INFO KAMPUS

Bidan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam penyampaian dan penyebarluasan serta pelaksanaan program – program kesehatan dari Pemerintah, terlebih masyarakat di tingkat bawah dan pedesaan. Disadari bahwa saat ini di Indonesia, angka kematian ibu dan anak saat melahirkan masih cukup tinggi, sedangkan angka tersebut merupakan salah satu indikator penting dari keberhasilan program pembangunan kesehatan. Melihat keadaan tersebut perlu langkah – langkah strategis dalam mengatasi permasalahan tersebut baik dari provider maupun dari masyarakat. Dari aspek provider langkah yang ditempuh yang berdampak cukup efektif adalah dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kebidanan.

Pergeseran paradigma sehat dari client oriented ke community oriented dituntut kemampuan dan kemandirian seorang provider khususnya tenaga kebidanan dalam mengidentifikasi, menganalisa dan melakukan problema solving terhadap permasalahan yang ada di masyarakat. Kompetensi ini hanya mampu dilakukan oleh seorang provider (bidan) yang profesional. Bidan saat ini rata – rata bersifat okupasi – strata DI – bukan berbasis pada profesional sehingga keberadaan bidan perlu ditingkatkan ke program lebih lanjut yaitu DIII (Diploma) Kebidanan. Upaya ini sebagai bagian dari tuntutan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Melihat gambaran di atas peningkatan bidan menjadi profesional sudah menjadi kebutuhan, hal ini juga disampaikan dalam Loka Karya “ Memantapkan Pendidikan Bidan Profesional “ yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, pada tanggal 24 Juni 2001 bahwa proyeksi kebutuhan tenaga kesehatan pada tahun 2010 sebesar 2.240.000 tenaga, sedangkan kebutuhan bidan sebesar 228.042 tenaga.

Suatu kebutuhan yang cukup besar bila kita tidak mempersiapkan secara matang dan terencana. Memperhatikan kenyataan tersebut maka Yayasan Anugerah Bintan Tanjungpinang mengupayakan berdirinya “Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang“ sebagai wujud partisipasi dalam membantu memecahkan kekurangan tenaga bidan dengan pendidikan minimal DIII untuk daerah Kota Tanjungpinang dan sekitarnya. Keberlanjutan program Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Tanjungpinang dimungkinkan untuk dapat dipertahankan melihat kebutuhan lulusan D III Kebidanan masih sangat dibutuhkan di Propinsi Kepulauan Riau khususnya, dan propinsi-propinsi lain yang letaknya berdekatan secara geografis yang sebagian besar wilayahnya merupakan desa-desa terpencil.